Tampilkan postingan dengan label cara merencanakan jenis kelamin anak. Tampilkan semua postingan

Cara Merencanakan Jenis Kelamin Anak (Bag III-habis)

0
                                  
Kelima: Metode Deteksi Dini Sel Telur Terfertilisasi

Metode ini bisa dilakukan dengan menggunakan metode PCR untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Metode ini berhasil dibuktikan di Amerika, tahun 1994 M. Atau, dengan metode FISH yang berhasil dibuktikan lebih awal, yaitu pada tahun 1990 M.
Metode baru ini dilakukan dengan mengkaji dan meneliti unsur pembawa sifat keturunan (DNA) dengan perantara enzim dan serangkaian pengondisian temperatur. Jenis kelamin bayi dapat diketahui dengan sempurna jika pembuahannya dilakukan di luar dan setelah sel-sel membelah menjadi 8 sampai dengan 16.
Jenis kelamin bayi bisa dikaji setelah sel tersebut berbentuk dan membelah, sebelum ia dikembalikan ke rahim sang ibu. Dokter akan melubangi dinding pembungkus sel tersebut, tiga hari setelah pembuahan dan ketika ia sampai pada tahapan 8 sel.
Setelah itu, dilakukan penarikan satu sel tanpa efek yang membahayakan calon bayi tersebut. Lalu, sel ini diteliti untuk menentukan jenis kelamin bayi. Adapun yang akan dikembalikan hanyalah sel pembentuk janin yang jenis kelaminnya diinginkan.
Metode ini juga berguna untuk mengkaji sifat keturunan untuk menghindari berbagai penyakit dan cacat. Jadi, jika penelitian terhadap sel telur ini menyimpulkan bahwa jenis kelamin bayi tidak seperti yang diinginkan, akan dibiarkan tanpa tindakan medis hingga sel tersebut mati pada hari-hari pertamanya.

Keenam: Pencangkokan Sel (Kloning)
          Kloning merupakan istilah dalam mencangkok sel tubuh (yang mengandung 46 kromosom) untuk dipadukan dengan sel-sel telur. Sitoplasma yang ada di sekeliling sel-sel yang baru, akan berusaha membelah diri dan tumbuh berkembang sesuai tahapan pertumbuhan bayi. Setelah lahir, bentuknya akan mirip dengan si pemilik sel tubuh yang dicangkok tersebut.
          Namun, ada juga metode lain, yaitu pencangkokan janin. Metode ini memisahkan sel-sel telur yang sudah dibuahi sel sperma setelah membelah diri menjadi dua sel atau lebih, agar masing-masing sel ini dapat membelah diri lagi setelah berkembang dan siap membelah diri. Demikianlah, pembagian dan pemisahan terjadi secara beruntun pada setiap sel, kemudian sebagian dari sel-sel ini dicangkok dalam rahim sang ibu, sementara sisanya dinetralkan supaya ia tetap aman hingga waktu tertentu.
          Praktik pencangkokan telah berhasil dilakukan pada binatang. Kelak, sebagian negara membolehkannya untuk dilakukan pada manusia. Tentunya, hal ini memunculkan banyak sikap sebagaimana yang terjadi dalam permasalahan ilmiah pada umumnya.
resume of the book :
Merencanakan Jenis Kelamin Anak, DR Abdurrasyid Qasim, Aqwamedika, Solo 2008.

Cara Merencanakan Jenis Kelamin Anak (Bag II)

2



Kedua: Memerhatikan Masa Subur
Metode ini berprinsip jika hubungan intim dilakukan sebelum masa subur, sel sperma akan lebih cepat sampai, namun ia tidak akan menemukan sel telur. Selanjutnya, ia pun mati karena kondisinya yang lemah.
Shetler beranggapan jika akhir pembuahan terjadi dua hingga tiga hari sebelum sel telur keluar, 80% anak yang akan dilahirkan berjenis kelamin perempuan. Namun, jika pembuahan terjadi hanya beberapa jam saja setelah keluarnya sel telur, 80% anak yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki.
Para dokter telah mengamati bahwa anak-anak yang dilahirkan dari pembuahan buatan (bayi tabung), persentase kelahiran anak laki-laki lebih besar daripada anak perempuan. Ini menguatkan pernyataan tersebut. Ini disebabkan pembuahan sel telur dilakukan pada saat itu juga.

Ketiga: Metode Pengaturan Gizi Makanan

Ada hasil riset yang menyatakan bahwa wanita yang kerap mengonsumsi sayuran dan tidak mengonsumsi daging, peluang untuk melahirkan anak perempuan lebih besar.
Oleh karena itu, seorang istri yang baik, hendaknya meneliti dan mengontrol menu makanannya, minimal sekali dalam enam pekan. Sehingga ia bisa menyesuaikan kebutuhannya dalam membangkitkan gairah seksual suami. Saat kondisi lemah dan letih, sebaiknya ia mengonsumsi makanan penyeimbang yang mengandung kalsium, magnesium, sodium dan potasium, seperti ikan dan makanan laut lainnya.
Jika seorang istri menginginkan anak laki-laki, sebaiknya ia banyak mengonsumsi zat-zat yang mengandung potasium dan sodium, seperti jus buah, madu, kopi, teh, sayuran dan makanan yang mengandung zat garam. Sebaiknya ia menghindari jenis makanan yang mengandung magnesium, seperti susu dan sejenisnya, makanan kering, telur, cokelat, juga air mineral yang banyak mengandung kalsium dan magnesium.
Teori ini juga menjelaskan bahwa diet makanan bisa menyebabkan terjadinya perubahan psikologis dan berpengaruh terhadap selaput indung telur. Atau, lebih tepatnya terhadap tempat-tempat penerimaan sel sperma sehingga ia hanya akan menerima satu jenis sperma saja, sel sperma Y atau sel sperma X.
Sebab, keseimbangan ion pada sodium dan potassium yang berbanding dengan kalsium dan magnesium memiliki pengaruh aktif terhadap tempat-tempat ini. Oleh karena itu, ia dapat mengakibatkan perubahan-perubahan komposisi dinding yang dengan peranannya akan mempengaruhi penarikan sel sperma Y atau sel sperma X.

Tabel (Stolkoviskey) untuk Memilih Jenis Kelamin Bayi

Sistem diet istri yang menginginkan anak laki-laki
Jenis
Dianjurkan
Tidak Dianjurkan
Minuman
Teh, kopi dan jus buah
Susu dengan berbagai jenisnya
Ikan
Semua jenis ikan, termasuk juga ikan tuna kalengan
Kerang dan siput
Daging
Semua jenis daging
-
Telur
Semua jenis telur
Kepala susu (krim) dengan telur, manis dan dingin
Keju
Semua jenis keju
Susu kental atau beku
Roti
Semua jenis roti dan biscuit
Kue atau roti basah
Jenis olahan
dari biji-bijian
Beras dengan berbagai olahannya
Semua jenis makanan siap saji yang mengandung susu
Sayuran
Kentang, parsley (nama tumbuh-tumbuhan), jamur, kedelai, jambu, tanaman pea, jagung dan wortel
Semua jenis buah yang hijau
Buah
Buah-buahan segar, pisang, buah persik (peach), aprikot, kurma, tin dan beberapa buah yang lain
Buah kenari dan kemiri
Aneka
makanan
Cokelat hitam, gula, madu, manisan tanpa susu, margarin, minyak nabati, zaitun, banyak-banyak garam
Manisan yang dicampur dengan susu, saus dan kuah daging


Tabel sistem diet istri yang menginginkan anak perempun
Jenis
Dianjurkan
Tidak Dianjurkan
Minuman
Susu dengan berbagai jenisnya, kopi tidak pekat, jus apel atau anggur, air mineral yang kaya dengan kalsium
Teh, kopi, cokelat, air nira, sari anggur, softdrink
Daging
Unta, sapi, kambing, anak ayam, ayam jantan, ayam kalkun dan limpa
Daging unta dan beberapa jenis daging yang lain
Ikan
Ikan yang direbus dan kerang
Ikan panggang, ikan bakar atau ikan goreng
Telur
Semua jenis makanan yang disajikan dengan telur
-
Keju
Keju nongaram, susu kental dan roti basah
Semua jenis keju asin
Jenis olahan
Dari biji-bijian
Aneka roti, biskuit, manisan nongaram, nasi dan adonan-adonan
Manisan dan biskuit yang mengandung garam
Sayur-sayuran
Kacang buncis hijau dan segar, wortel, bawang merah, lobak, asparagus, mentimun, kentang
Tanaman berduri, tanaman jamur, kubis, celery, buah tomat, jenis tumbuh-tumbuhan air dan jagung
Buah-buahan
Apel, jeruk, semangka, buah pir, buah strawberry dan nanas
Pisang, buah persik (peach), aprikot, cerry dan buah tin
Aneka Makanan
Gula, madu, susu kental (keju) tanpa garam atau margarin, merica, lada, biji sawi dan buah kemiri tanpa garam
Manisan yang dijual, celery, bawang putih, bawang merah, zaitun, cokelat hitam atau putih dan garam

Namun, semua metode yang disebutkan di atas belum memberikan jaminan kepastian terhadap penentuan jenis kelamin bayi, kecuali hanya meningkatkan persentase keberhasilannya. Hal ini membuat para ilmuwan terus mencari dan meneliti metode yang lebih pasti, yaitu metode yang keempat dan seterusnya.
lanjut bagian III...

Cara Merencanakan Jenis Kelamin Anak (Bagian I)

2

Setelah pesta pernikahan usai, hal lain yang menjadi rencana selanjutnya pasangan suami isteri adalah memiliki anak. Kemajuan teknologi kedokteran memungkinkan Anda untuk merencanakan jenis kelamin apa yang Anda inginkan termasuk juga merencanakan kapan anak pertama Anda akan lahir, tentunya dengan perhitungan yang matang.Namun segala usaha manusia tidak terlepas dari kehendak yang Maha Kuasa, Anda hanya bisa berusaha dan berdo'a.

1.   Pengkondisian Saluran Reproduksi Perempuan

Cairan yang dikeluarkan vagina memiliki ciri khas bersifat asam.Ciri khas asam vagina ini mempunyai perbedaan sesuai dengan tahapan-tahapan siklus menstruasi. Bertambahnya kadar keasaman vagina dapat membahayakan sel-sel sperma sehingga tingkat kematian sel-sel sperma dalam vagina pun cukup tinggi. Apalagi sel-sel sperma berkromoson Y mempunyai sifat lemah dan ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan sel-sel sperma berkromosom X yang lebih tahan terhadap asam.

Pada tahun 1942 Dr.Bloom menyatakan bahwa zat asam yang terdapat pada tengah vagina merupakan perangkat terpenting dalam penentuan jenis kelamin. Seorang dokter yang berasal dari Jerman, Entar Barger telah menemukakan bukti dalam hal ini.

Ia memperhatikan bahwa perempuan yang mengalami kemandulan, yang ia obati dengan cairan dari sodium bikarbonat yang bersifat basa, akan lebih sering melahirkan anak laki-laki dari pada perempuan. Akhirnya, ia pun berkesimpulan bahwa pengaruh basa dapat membantu terjadinya anak laki-laki. Dan sebaliknya, zat asam tengah vagina akan membantu terjadinya anak perempuan. Banyak pula riset dokter yang menguatkan hal tersebut.

Pada dokter menyatakan bahwa cairan leher rahim bersifat basa dapat membantu melintasnya sel-sel sperma.Cairan ini akan bertambah saat perempuan mengalami orgasme. Gerakan yang semakin cepat yang menyertai orgasme juga dapat mempercepat pemindahan sel-sel sperma ke leher rahim. Karena sifat basanya, ia cenderung memihak sel-sel sperma.

Berdasarkan hal tersebut, ibu yang menginginkan anak laki-laki, sebaiknya ia mencuci vaginanya minimal 15 menit sebelum bersetubuh. Yaitu dengan campuran satu sendok besar bubuk sodium bikarbonat (contoh: soda kue) (basa) dengan satu liter air hangat. Sebaiknya ia juga mencuci bagian dalam vagina dengan cairan ini ketika masa subur, untuk membantu cepat sampainya sel sperma berkromosom Y.

Namun sebaliknya, bagi perempuan yang menginginkan anak perempuan, hendaknya ia mencampurkan cuka putih (asam) dengan satu liter air, lalu melakukan hal yang sama seperti diatas.

Dr.Syeitles menganjurkan agar penetrasi pada vagina di lakukan dari belakang jika menginginkan anak laki-laki karena posisi ini dapat membantu menempatkan sel-sel sperma di dekat mulut leher rahim.
lanjut Bagian II....

di like dunk kalo suka dengan postingan ini....:)

dikutip dari Merencanakan Jenis Kelamin Anak, Dr Abdurrahman